Sabtu , 25 Mei 2019
Home - Berita Bola - Adriano Galliani dituduh menjadi salah satu Penyebab Kebangkrutan Parma

Adriano Galliani dituduh menjadi salah satu Penyebab Kebangkrutan Parma

Wakil Presiden AC Milan, Adriano Galliani akan menghadapi penyelidikan atas tuduhan terlibat penipuan yang mendorong kebangkrutan klub Parma.

Saat ini otoritas kota Parma sedang melakukan penyelidikan untuk mengetahui asal muasal kebangkrutan Parma. Termasuk dalam investigasi adalah kesepakatan antara Parma dan AC Milan pada awal tahun ini, yaitu proses penjualan Gabriel Paletta dari Parma ke Milan pada bulan Februari tahun lalu.

Kala itu Paletta dibeli Milan dengan harga dua setengah juta euro. Adriano Galliani yang melakukan transaksi tersebut, dituduh melakukan penipuan karena harga sang pemain jauh lebih kecil dari nilai sebenarnya di pasaran.

Tuduhan tersebut menyatakan bahwa “angkanya sangat rendah sehingga menimbulkan adanya penyusutan tambahan pada aset perusahaan, yang kemudian memperparah ketidakstabilan di dalam klub.

Meski demikian, Adriano Galliani hanya bisa dinyatakan bersalah jika terbuksi mengetahui kekacauan yang sedang terjadi di Parma saat melakukan pembelian.

Merespons tuduhan tersebut, pada Selasa (13/10) AC Milan dengan cepat mengeluarkan bantahan resmi melalui situs klub. Berdasarkan situs resmi dari AC Milan mengeluarkan pernyataan bahwa rerkait berita mengenai Adriano Galliani termasuk di dalam daftar nama yang sedang diselidiki pemerintah daerah Parma atas pembelian Paletta, AC Milan menyoroti bahwa proses pembelian pemain berjalan normal. AC Milan yakin bahwa hasil penyelidikan akan menunjukkan hal sama. Tidak akan mengalami perubahaan yang pasti.

Semustinya itu bukan penipuan. Kan kami bernegoisasi dan mendapatkan harga pemain yang murah. Jika harga dibawah standart pasaran, semustinya para petinggi Parma mencek dulu harga pasaran pemain baru melakukan negoisasi dengan kami.

Parma bangkrut bukan karena pembelian pemain melainkan korupsi yang ada di internal Parma itu sendiri. Adriano Galliani mengatakan bahwa kami sudah melakukan prosedur pembelian pemain dengan baik. Dan itu disaksikan oleh para petinggi Parma. Di atas kertas, kami sah melakukan pembelian Terreta. Jika ada salah satu petinggi Parmaa, bahwa saya adalah satu pendorong kebangkrutan Parma. Itu salah besar. Kami membeli pemain berdasarkan kesepakatan.

Ingatlah pemeriksaan ini akan berakhir sama, yaitu saya tidak bersalah.

Check Also

Ada lowong di MU, Brendan Rodger tidak sudi untuk melatih

Mantan Pelatih liverpool, Brendan Rodgers kini tengah menganggur. Namun, kalau pun pos manajer Manchester United ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *