Senin , 21 Januari 2019
Home - Berita Bola - Berlusconi, saya bukan seorang Diktator di Milan

Berlusconi, saya bukan seorang Diktator di Milan

Presiden AC Milan, Silvio Berlusconi sering disebut sebagai Presiden yang terlalu ikut campur dalam urusan strategi dan teknik tim AC Milan. Namun dalam buku biografinya, Silvio Berlusconi menegaskan bahwa dirinya bukanlah seorang diktator di Milan.

Silvio Berlusconi merupakan salah satu sosok penting di Rossoneri. Usai membeli AC Milan pada tahun 1986, Silvio Berlusconi langsung mengubah AC Milan kembali menjadi salah satu kekuatan besar di Eropa, terutama pada era tahun 90-an.

Namun di balik kegemilangannya tersebut, Silvio Berlusconi sering disebut terlalu mengatur di Milan. Ia layaknya sebagai diktator yang permintaannya harus terus dituruti, termasuk soal formasi tim dan taktik permainan.

Berdasarkan informasi dari Buku iografi Silvio Berlusconi yang berjudul My Way, mengatakan bahwa pernahkah saya mendikte formasi? Pernahkah saya memberi saran tentang formasi? Tentu saja saya sering melakukannya,” ucap Berlusconi dalam buku biografi yang berjudul ‘My Way’. Saya selalu berbicara dengan pelatih, mendiskusikan formasi dan para pemain sebelum pertandingan berlangsung. Ketika saya tidak setuju dengan pelatih, maka pelatih lah yang tetap akan memenangkan keputusan itu.

Silvio Berlusconi menegaskan bahwa dirinya sadar benar batasan posisinya sebagai Presiden Milan. Saya tidak pernah menggunakan posisi saya sebagai Presiden dan pemilik Milan untuk menempatkan posisi saya di atas kewenangan pelatih (dalam hal strategi). Namun di balik itu, tentu saja pelatih harus bertanggung jawab penuh dengan hasil yang bakal dipetik Milan.

Berlusconi kemudian memberikan contoh saat dirinya dengan pelatih Milan terlibat diskusi dengan intens, yaitu saat ia sering duduk bersama berbincang-bincang dengan Arrigo Sacchi. Kami berdua membicarakn formula sebuah tim yang kiranya bisa benar-benar mengontrol pertandingan.

Silvio Berlusconi mengatakan bahwa pada akhirnya Milan benar-benar tampil sebagai sebuah tim yang sangat menikmati pertandingan, menghormati lawan, dan selalu mendapatkan tepuk tangan dari suporter. Sesaat sebelum dibeli Berlusconi, Milan merupakan tim yang sedang bolak-balik Serie A-Serie B di awal dekade 80-an. Namun begitu Berlusconi tiba, tak butuh waktu lama bagi Milan untuk jadi raja Italia dan raja Eropa.

Selama Silvio Berlusconi memimpin ACMilan, Rossoneri berhasil merebut titel juara Serie A delapan kali, lima trofi Liga Champions, dan tiga mahkota juara Piala Dunia Antar Klub (Piala Interkontinental).

Check Also

Ada lowong di MU, Brendan Rodger tidak sudi untuk melatih

Mantan Pelatih liverpool, Brendan Rodgers kini tengah menganggur. Namun, kalau pun pos manajer Manchester United ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *