Rabu , 26 Juni 2019
Home - Berita Bola - Kalau Suarez Tak Pergi, Rodgers Mungkin Masih Latih Liverpool

Kalau Suarez Tak Pergi, Rodgers Mungkin Masih Latih Liverpool

Kepergian Luis Suarez dari Liverpool dinilai telah memberikan dampak yang besar untuk klub Merseyside itu. Salah satunya adalah pemecatan Brendan Rodgers.

Luiz Suarez sempat menjadi bagian dari Team Liverpool yang tampil mengejutkan pada musim 2013/2014 lalu, di mana mereka hampir menjuarai Premier League meski akhirnya cuma finis kedua. Di musim itu, Luiz Suarez tampil gila dengan mencetak 31 gol dan 21 assist dalam 33 penampilan di liga.

Setelah penampilan tersebut, Luiz Suarez pergi dan bergabung dengan Barcelona. Di musim 2014/2015 itu, Liverpool pun kesulitan di liga dan hanya finish di peringkat enam pada akhir kompetisi.

Kesulitan Liverpool tak berhenti sampai situ saja. Di bawah asuhan Rodgers, mereka mencatatkan start yang tidak menyenangkan di musim ini. Setelah cuma menang tiga kali dalam delapan laga pertama liga, Brendan Rodgers akhirnya dipecat.

Berdasarkan informasi yang dikutip dari Sky sport, Gustavo Poyet mengatakan bahwa Kepergian Luiz Suarez telah membuat Liverpool membayar banyak. Di antaranya, mungkin pekerjaan Brendan Rodgers. Mungkin kalau Luiz Suarez masih bermain untuk Liverpool, Brendan Rodgers masih akan jadi pelatih hari ini.

Penurunan hasil Liverpool setelah kepergian Suarez bagi Poyet sudah cukup menunjukkan pengaruh besar penyerang internasional Uruguay itu terhadap ‘Si Merah’. Kepergian pemain berusia 28 tahun itu pun memulai rangkaian perubahan dalam tubuh Liverpool, salah satunya kedatangan Juergen Klopp yang sejauh ini memberikan nafas segar.

Meski menyebut Suarez punya pengaruh amat besar, tapi Poyet juga mengakui bahwa bersama Liverpool juniornya di tim nasional Uruguay itu naik ke level top. Di level itulah, Suarez menggerakkan tim.

Gustavo Poyet mengatakan bahwa Luis Suarez meninggalkan Uruguay dan pindah ke Belanda, yang mana punya pengaruh tertentu di level dunia. Tapi kepindahannya ke Liverpool menempatkannya ke level lebih tinggi daripada kebanyakan pemain lainnya. Sekarang dia ambil bagian dalam salah satu trio terpenting di sejarah sepakbola. Itu membuatnya sangat spesial.

Gustavo Poyet mengatakan bahwa Di Inggris dia melakukan hal-hal bagus pada tahun pertama. Tapi pada tahun kedua, dia unik. Sejumlah orang salah memahami perkataan saya ketika menyebut Liverpool hampir menjuarai Premier League berkat Luis Suarez. Saya cuma ingin menunjukkan pentingnya Luis Suarez di lapangan. Saya bukannya mengecilkan Liverpool.

Pelatih yang menangani AEK Athens, Gustavo Poyet mengatakan bahwa itu terjadi di belahan dunia manapun. Napoli memenangi liga ketika Diego Maradona bermain di sana. Itu tidak berarti saya mengatakan Napoli bukan apa-apa tanpa Maradona. Mereka masihlah Napoli, tim besar. Tapi sudah ditunjukkan bahwa dengan Suarez, Liverpool adalah tim yang lebih baik.

Luiz Suarez sendiri sejak pindah ke Barcelona, langsung memenangi sejumlah gelar. Dia turut berperan dalam keberhasilan Los Cules merengkuh treble Liga Spanyo, Copa del Rey, dan Liga Champions musim kemarin, yang diikuti trofi Piala Super Eropa.

Check Also

Ada lowong di MU, Brendan Rodger tidak sudi untuk melatih

Mantan Pelatih liverpool, Brendan Rodgers kini tengah menganggur. Namun, kalau pun pos manajer Manchester United ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *