Senin , 19 November 2018
Home - Berita Bola - KLB Luar Biasa harus segera dilaksanakan untuk memulai Liga Indonesia

KLB Luar Biasa harus segera dilaksanakan untuk memulai Liga Indonesia

Jakarta – checkgoal.com — Kongres Luar Biasa yang digagas bersama oleh PSSI dan Menpora dianggap bisa menjadi solusi mengatasi masalah yang dihadapi sepakbola Indonesia pada saat ini. Melalui KLB diharapkan roda kompetisi bisa kembali digulirkan.

Sejak Menpora menjatuhkan sanksi pembekuan pada PSSI empat setengah bulan lalu, praktis tidak ada liga domestik bergulir. Akibatnya, nasib ratusan klub dan ribuan pemain masih terkatung-katung. Desakan demi desakan untuk segera menggulir kompetisi dilontarkan dari pemain dan ‎pelatih tim. Termasuk yang diutarakan pelatih Persija Jakarta, Rahmad Darmawan. Ia ingin pemerintah dan PSSI bisa duduk bersama untuk mencari titik temu atas persoalan yang terjadi.

Pengamat sepakbola nasional Budiarto Shambazy mengatakan kunci dari bergulirnya kompetisi adalah menggelar Kongres Luar Biasa PSSI. ‎Bukan KLB biasa, tapi KLB yang digelar bersama dengan Menpora.

Budiarto mengatakan bahwa kuncinya sekarang ada di KLB. Jadi PSSI kembali membuat KLB yang bersih. Ini menjadi kesempatan untuk bersama-sama Kemenpora untuk membuat itu. KLB yang bersih yang dimaksud dalam arti membuka semua statuta dan membuka fakta sejauh mana kriteria profesionalisme FIFA, AFC, dipatuhi oleh klub. Itu mutlak harus dilakukan karena banyak klub yang terlibat tidak bayar pajak. Administrasinya juga kacau balau. Persija saja utangnya 10 miliar, padahal penontonnya banyak, itu harus dibuka dulu.

PSSI sebenarnya baru menggelar KLB pada 18 April lalu, yang memilih kembali La Nyalla Mataliti sebagai ketua umum PSSI serta kepengurusan di bawahnya. ‎Tapi KLB kemarin kan tertutup tidak jelas, tidak tuntas membahas masalah-masalah persepakbolaan. Saya kira sekarang ini terbukti pembekuan Menpora itu betul sebagai syok terapi. sekarang kelemahan kita kebuka. Jadi PSSI tidak bisa lagi seolah-olah seperti malaikat, benar semua. Ternyata banyak borok sepakbola kita.

Nah itu dengan KLB. Jadi Kemenpora bersama PSSI membuat KLB baru. Dengan tekad pertama menggulirkan lagi liga. Tapi liganya harus bersih, dan membuka persoalan di PSSI. Jadi La Nyalla harus mengalah. KLB lagi dan musyawarah. Pemerintah turun tangan dan tanya satu -satu apa masalahnya.

Tidak apa-apa kita melakukan pekerjaan berat yang makan waktu dan biaya, tapi ini demi perbaikan sepakbola kita. La Nyalla menjadi Ketua Umum lagi pun tidak apa-apa. Asal semuanya fair. Karena saya tidak melihat jalan keluar lain, kecuali KLB.

Nah, jika KLB siap, baru dilaporkan ke FIFA. Artinya pemerintah sudah tidak melakukan intervensi lagi. Karena dengan demikian besar kemungkinan FIFA bisa kembali mencabut sanksinya dan PSSI menjadi anggota lagi.

Budiarto mengatakan bahwa waktu yang paling tepat untuk bisa melaksanakan KLB adalah akhir tahun 2015 atau awal 2016. “Bayangan saya sekitar itu (akhir tahun atau awal tahun depan). Tapi itu harus persiapannya matang. Karena satu-satu mesti didekati. Karena KLB itu bukannya hanya digelar oleh PSSI tapi juga harus ada keterlibatan pemerintah, dalam arti Menpora melalui Tim Transisi. Tidak usah buru-buru, persoalan ini kan pelik. Kalau kita lihat ada pembekuan di Australia sampai sada federasi baru itu kan butuh bertahun-tahun.

Yang terpenting semua beres. Dan Sepak Bola di Indonesia kembali bergelora.

Check Also

Ada lowong di MU, Brendan Rodger tidak sudi untuk melatih

Mantan Pelatih liverpool, Brendan Rodgers kini tengah menganggur. Namun, kalau pun pos manajer Manchester United ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *