Selasa , 17 September 2019
Home - Berita Bola - La Nyalla Mattalitti bersedia memenuhi Persyaratan Menpora

La Nyalla Mattalitti bersedia memenuhi Persyaratan Menpora

Ketua Umum PSSI, La Nyalla Mattalitti bersedia memenuhi persyaratan dari Menpora Imam Nahrawi terkait pencabutan pembekuan PSSI. Asalkan dia sesuai dengan statuta PSSI dan Statuta FIFA. Semua harus dijalankan sesuai prosedur FIFA.

Menpora, Imam Nahrawawi sebelumnya mengatakan bahwa ia bersedia untuk mencabut pembekuan PSSI dengan beberapa syarat. Salah satu yang ditekankannya adalah transparansi soal kontrak pemain. Ia tak mau ada pemain yang gajinya tidak terbayarkan oleh pihak klub.

Menpora, Imam Nahrawawi mengataakan bahwa Federasi (PSSI) harus mau bertindak tegas kepada klub, jadi tidak ada masalah atau keluhan lagi dari para pemain.

Ucapan Imam Nahrawawi itu pun mendapatkan tanggapan dari Ketua PSSI, La Nyalla. Ia mengaku setuju bahwa pihak klub harus transparan terkait kontrak dengan pemain.

Berdasarkan informasi yang dikutip dari situs resmi PSSI, Ketua PSSI, La Nyalla Saya sangat setuju dengan persyaratan tersebut. Saya ini sedang istiqomah menegakkan statuta dan aturan yang jelas. Tidak ada yang lain. Bagi saya selama itu tidak melanggar statuta PSSI, kami siap dengan tegas melakukan itu. Saya selalu siap jika itu benar.

Pembekuan PSSI oleh Menpora berbuntut panjang. Federasi sepakbola dunia, FIFA, menganggap bahwa itu adalah bentuk campur aduk pemerintah terhadap federasi sepakbola dimana itu merupakan pelanggaran terhadap Statuta FIFA.

Imbasnya, FIFA pun menjatuhkan sanksi kepada Indonesia. Akibat sanksi tersebut, Indonesia tidak bisa ikut berpartisipasi di turnamen-turnamen internasional di segala level, plus tidak bisa menjalankan kompetisi.

Ketiadaan kompetisi lokal kemudian ditanggapi dengan bermunculannya sejumlah turnamen, mulai dari Piala Presiden, Piala Kemerdekaan, hingga Piala Jenderal Sudirman. Namun, beberapa pemain mengaku lebih suka bermain di kompetisi liga ketimbang turnamen-turnamen semacam itu.

Striker Arema Cronus, Syamsul Arief mengatakan bahwa saya tidak begitu puas dengan adanya cuma turnamen-turnamen. Kondisi seperti ini sangat mempengaruhi psikis pemain, yang kami butuhkan cuma kompetisi, bukan turnamen. Saya berharap ada jalan keluar di 2016, masa begini terus.

Pemain Bali United, Bobby Satria mengatakaan bahwa pemain hanya dikontrak dua sampai tiga bulan untuk mengikuti Turnamen sama saja dengan tarkam. Kami bosan, bermain sepakbola tanpa tujuan jelas. Kalau kompetisi itu pemain bisa ke timnas, klub bisa tampil di kompetisi Asia.

Ketiadaan kompetisi juga membuat beberapa pemain memilih untuk pindah atau menjalani trial dengan klub Liga Malaysia. Kalau begini terus, saya mungkin tahun depan akan pindah kompetisi di Malaysia

Check Also

Ada lowong di MU, Brendan Rodger tidak sudi untuk melatih

Mantan Pelatih liverpool, Brendan Rodgers kini tengah menganggur. Namun, kalau pun pos manajer Manchester United ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *