Jumat , 19 Oktober 2018
Home - Berita Bola - Menpora menyampaikan Turut berduka Cita atas meninggalnya Djoko Susilo

Menpora menyampaikan Turut berduka Cita atas meninggalnya Djoko Susilo

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Djoko Susilo, Selasa (26/1). Mantan anggota Tim Transisi itu dianggap sebagai sosok yang teladan dalam upaya membenahi tata kelola sepak bola nasional.

Menpora Imam Nahrawawi mengatakan bahwa Selamat jalan Pak Djoko, berbagai kontribusi bapak pada negara dan bangsa, termasuk kontribusi dalam perjuangan memperbaiki tata kelola sepak bola nasional bakal dikenang.

Menpora, Imam Nahrawawi mengatakan bahwa Djoko Susilo merupakan teladan bagi masyarakat, terutama kalangan olahraga. Selain dikenal sebagai sosok yang kritis, mantan Dubes Indonesia untuk Swiss itu turut berkontribusi dalam merumus rencana tata kelola sepak bola nasional.

Imam Nahrawawi mengatakan bahwa Kesediaan beliau masuk ke dalam tim bentukan pemerintah agar mengevaluasi dan memperbaiki tata kelola persepakbolaan nasional merupakan contoh bagaimana ia ingin terus memberikan kontribusi untuk memperbaiki kondisi, meski ia sendiri harus berjuang mengatasi kesehatan tubuhnya.

Djoko Susilo dikabarkan meninggal dunia di RS Ali Sibro, Jakarta Selatan, karena serangan jantung. Pria yang pernah berprofesi jurnalis itu tutup usia dalam usia 54 tahun. Sebelumnya, Ia diketahui mengidap penyakit gula. Rencananya jenazah akan dibawa ke Rumah duka di Jalan Puri Satria Kav. 29, Taman Imperial Golf Sentul City, Bogor dan akan dimakamkan di tanah kelahirannya Boyolali.

Semasa hidupnya, pria kelahiran 6 Juli 1961 ini dikenal sebagai pencinta sepak bola. Ketika masih menjadi Duta Besar di Swiss, Djoko beberapa kali menyoroti bobroknya tata kelola sepak bola Indonesia.

Itulah yang membuat Djoko dipercaya masuk ke dalam Tim Transisi setelah sebelumnya ditunjuk sebagai anggota Tim Sembilan. Namanya juga masuk ke daftar Tim Kecil yang direncanakan menjadi tim pemerintah Indonesia untuk berdialog dengan FIFA terkait roadmap pembenahan sepak bola Indonesia.

Jiwa kritis Djoko sempat menyulut amarah PSSI lewat pernyataan kontroversial yang menyebutkan bahwa PSSI dan klub Liga Super Indonesia (ISL) sebagai sarang mafia dan tempat pencucian uang. Hal itu terbukti benar karena transparan keuangan tidak bisa dibuktikan oleh PSSI. Djoko Susilo merupakan pribadi yang krtis terhadap perkembangan Sepak Bola Di Indonesia.

Check Also

Ada lowong di MU, Brendan Rodger tidak sudi untuk melatih

Mantan Pelatih liverpool, Brendan Rodgers kini tengah menganggur. Namun, kalau pun pos manajer Manchester United ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *