Selasa , 23 April 2019
Home - Berita Bola - Menpora RI Ingatkan FIFA juga perlu bersih-bersih
????????????????????????????????????

Menpora RI Ingatkan FIFA juga perlu bersih-bersih

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi menyatakan bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan surat resmi otoritas sepak bola dunia, FIFA, terkait keberadaan komite Ad-Hoc Reformasi sepak bola Indonesia. Imam Nahrawi kemudian mendorong komitmen FIFA untuk melakukan reformasi di dalam tubuh organisasinya sendiri.

Pada tanggal 3 Desember lalu, FIFA telah mengesahkan Komite Ad-Hoc Reformasi yang merupakan gabungan dari beberapa kalangan terkait sepak bola. Keberadaan Komite Ad-Hoc ini merupakan hasil dari kunjungan perwakilan FIFA-AFC (Konfederasi Sepak Bola Asia) pada awal November lalu. Pemerintah melalui Kemenpora belum mengirimkan wakilnya untuk Komite tersebut dan pada hari yang sama dengan pengesahan Komite telah mengumumkan susunan Tim Kecil tersendiri.

Menpora, Imam Nahrawawi mengatakan bahwa reformasi bukan sebatas soal karut-marut kondisi persepakbolaan Indonesia, melainkan juga dalam tubuh otoritas sepak bola dunia yang saat ini terus-menerus dihantam skandal korupsi.

Imam Nahrawawi mengatakan bahwa kami akan pertimbangkan itu (surat FIFA ). Perhatian kami adalah komitmen FIFA untuk mereformasi diri sendiri maupun anggota-anggotanya. Komitmen itu yang harus kami dorong.

Setelah skandal korupsi menyeret sejumlah petinggi FIFA termasuk presidennya, Sepp Blatter, integritas organisasi itu semakin tercoreng setelah Kepolisian Swiss kembali menangkap dua anggota Komite Eksekutif FIFA atas tuduhan suap terkait hak siar di turnamen sepak bola Amerika Selatan.

Penangkapan yang dilakukan atas permintaan Kejaksaan Agung Amerika Serikat ini dilakukan hanya dua jam sebelum FIFA mengadakan rapat di markas besar mereka tentang penanganan skandal dan paket-paket agenda reformasi.

Beberapa jam setelahnya, Kejaksaan Agung AS mengumumkan bahwa mereka mendakwa 16 petinggi FIFA lainnya atas tuduhan suap. Suap atas pemilihaan penyelenggaraan digelar FIFA di kedua negara tersebut. Tempat diselenggarakan Piala Dunia 2018 dan 2022.

Penangkapan kedua nama pejabat teras FIFA, membuat FIFA kena pukulan telak. Dan sekali lagi mencoreng nama baik FIFA.

Menpora akan mempertimbangkan surat FIFA ini. Dan berkonsultasi dengan pemerintah pusat. Bagaimana solusinya ?

Masyarakat Indonesia berharap Sepak Bola Indonesia kembali bangkit dan FIFA bisa menghapus pembekuan sepak bola Indonesia.

Check Also

Ada lowong di MU, Brendan Rodger tidak sudi untuk melatih

Mantan Pelatih liverpool, Brendan Rodgers kini tengah menganggur. Namun, kalau pun pos manajer Manchester United ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *