Senin , 18 Februari 2019
Home - Berita Bola - Mimpi Besar Djajang Nurdjaman

Mimpi Besar Djajang Nurdjaman

Mantan Pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman masih mempunyai mimpi besar dalam kariernya, meski ia pernah beberapa kali untuk mencicipi juara liga baik ketika berbentuk Perserikatan, Liga Indonesia, dan Liga Super Indonesia.

Djajang Nurdjaman mengatakan bahwa selanjutnya pasti ingin melatih tim nasional. Itu impian semua pelatih.

Pria yang berusia 51 tahun itu akrab dengan kesuksesan bersama Persib. Ketika menjadi pemain, ia adalah pencetak gol tunggal di final Perserikatan 1986 ke gawang Perseman Manokwari. Gol itu membawa Pangeran Biru julukan Persib Bandung mengakhiri puasa gelar Perserikatan yang berlangsung 25 tahun.

Torehan ini ia ulangi kembali ketika menjadi pelatih. Djadjang Nurdjaman membawa Firman Utina dkk menjuarai Liga Super Indonesia 2014 dengan lagi-lagi mengalahkan tim asal Papua di final, Persipura Jayapura. Sebuah drama adu penalti membawa Persib Bandung menjadi juara dan mengakhiri puasa gelar selama 20 tahun.

Ada nama Djadjang Nurdjaman juga ketika Persib Bandung menjadi juara Liga Indonesia pertama pada 1994/1995 dan juara Perserikatan terakhir pada 199. Seusai gantung sepatu, ia langsung ditarik oleh pelatih Persib saat itu Indra Thohir untuk menjadi asisten pelatih.

Djadjang Nurdjaman mengatakan bahwa ia belum puas dengan berbagai kesuksesan itu. Membawa Merah Putih berjaya di internasional menjadi ambisi selanjutnya.

Djadjang Nurdjaman mengaku bahwa ia sering memperhatikan timnas Indonesia ketika bermain dan bahkan hingga timnas di level junior. Kesuksesan Evan Dimas dan kawan-kawan ketika menjadi juara Piala AFF U-19 juga tak luput dari perhatiannya.

Ia juga memandang bakat-bakat Indonesia tak kalah dari negara lain. Hanya saja, menurutnya, visi bermain para pemain lokal masih tertinggal dari negara-negara tetangga seperti Vietnam atau Thailand.

Djajang Nurdjaman mengatakan bahwa mereka bermain lebih sederhana. Lebih terorganisir. Para pemain kita terkadang terlalu ingin show-off. Melatih tim nasional juga bisa menjadi jalan Djadjang mewujudkan keinginan yang belum terlaksana: melatih Boaz Solossa. Di matanya, hingga saat ini Boaz belum tergantikan sebagai pemain terbaik Indonesia. Ketika diminta CNNIndonesia.com untuk menimbang yang terbaik antara Bambang Pamungkas dan Boas. Ia (Boaz) pemain yang komplet. Ia bisa menggiring bola, mengumpan, punya finishing yang bagus, dan juga punya visi bermain. Meskipun kini ia sudah cukup berumur, belum ada yang bisa menandingi.

Djadjang Nurdjaman mengungkapkan bahwa ia pernah mempunyai kesempatan untuk melatih Boaz Solossa. Tepatnya di turnamen Piala Presiden yang ia menangi pada September lalu.

Check Also

Ada lowong di MU, Brendan Rodger tidak sudi untuk melatih

Mantan Pelatih liverpool, Brendan Rodgers kini tengah menganggur. Namun, kalau pun pos manajer Manchester United ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *