Selasa , 17 September 2019
Home - Berita Bola - Pengajuan banding MENPORA ditolak oleh PTTUN Jakarta

Pengajuan banding MENPORA ditolak oleh PTTUN Jakarta

Upaya pemerintah untuk mereformasi sepakbola Indonesia menemui hambatan, setelah banding yang diajukan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga di Pengadilan Tinggi Tata Usaha (PTUN) ditolak terkait SK Pembekuan PSSI. Sebelumnya, PSSI telah memenangi gugatan SK Pembekuan PSSI pada putusan akhir Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) pada 14 Juli 2014. Menpora kemudian mengajukan banding terkait keputusan tersebut kepada PTTUN.

Namun, PT TUN memperkuat keputusan PTUN. Artinya, PT TUN menolak banding dari Menpora. PTUN memerintahkan kepada Menpora untuk membatalkan dan mencabut SK Menpora Nomor 01307 Tahun 2015 tentang pembekuan PSSI. Amar putusan PT TUN tertuang dalam surat PTTUN nomor W2.TUN 1532/ HK.06/ XI/ 2015, yang diterima PSSI, Kamis (5/11/2015).

Ketua Tim Pembela PSSI, Togar Manahan Nero, di kantor PSSI mengatakan bahwa Saya sebagai tim pembela PSSI berharap Menpora tidak lagi mengambil upaya hukum Kasasi. Hal itu hanya akan merugikan stakeholder sepakbola Indonesia karena perkara hukum yang berkepanjangan. Lagi pula langkah itu hanya akan mengulur waktu, karena SK Pembekuan PSSI tersebut sudah diuji di dua tingkat pengadilan, dan dengan jelas diputuskan untuk dibatalkan dan dicabut. Jadi di tingkat Kasasi pun, saya yakin, para Hakim Agung akan memutus sama dengan dua tingkat peradilan di bawahnya.

Berikut bunyi amar putusan tersebut:

Menerima Permohonan Banding dari Tergugat/Pembanding;
Menguatkan Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta Nomor : 91/G.2015/PTUN.JKT Tertanggal 14 Juli 2015 yg dimohon Banding;
Menghukum Tergugat/Pembanding membayar biaya perkara dalam dua tingkat peradilan yg dalam pemeriksaan banding ditetapkan sebesar Rp.250.000 (Dua Ratus Lima Puluh Bibu Rupiah)

Maka dari itu kami menyarankan kepada Menpora, Imam Nahrawawi harus legowo menerima kekalahaaan ini. Menpora harus mencabut SK Pembekuan PSSI. Jika ingin membenahi sepak bola Indonesia, Menpora harus membentuk Team Ad Hoc yang disarankan oleh Delegasi FIFA dan AFC. Team Ad Hoc inilah yang akan membenahi sepak bola Indonesia.

Ayolah bangkit dari keterpurukan Sepak Bola Indonesia. Jangan kalah terus. Malu sama Negara Tetangga, Malaysia. Malaysia sudah kemana tahu perkembangan sepak bola. Kita hanya berkutat disini saja.

Check Also

Ada lowong di MU, Brendan Rodger tidak sudi untuk melatih

Mantan Pelatih liverpool, Brendan Rodgers kini tengah menganggur. Namun, kalau pun pos manajer Manchester United ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *