Rabu , 23 Oktober 2019
Home - Berita Bola - Piala Kemerdekaan sudah berakhir, masih ada banyak masalah yang dihadapin

Piala Kemerdekaan sudah berakhir, masih ada banyak masalah yang dihadapin

Turnamen Piala Kemerdekaan yang digagas oleh Tim Transisi bentukan Kementerian Pemuda dan Olahraga sudah selesai digelar. Dalam penyelanggaraannya, masih ada banyak masalah yang dihadapi.

sekretaris jenderal Badan Olahraga Profesional Indonesia, Heru Nugroho mengungkapkan kekecewaan mengenai penyelenggaraan Piala Kemerdekaan. Turnamen yang hendak dijadikan ‘role model’ penyelenggaraan kompetisi itu malah menemui beberapa masalah.

Berdasarkan informasi dari sejumlah media, Heru Nugroho mengatakan bahwa yang jelas kami kecewa karena ini kan hajatannya Tim Transisi yang bilang mau memperbaiki tata kelola sepakbola nasional. Tapi malah ada masalah.

Penundaan jadwal pertandingan dan keterlambatan pembayaran match fee buat tim yang bertanding dan juga ofisial pertandingan menjadi persoalan yang ada dalam turnamen yang diikuti oleh sebagian besar tim dari level Divisi Utama itu. Soal jadwal, penundaan Piala Kemerdekaan sudah terjadi sejak kick-off. Direncanakan bakal bergulir awal Agustus, kompetisi baru berjalan pada 15 Agustus lalu.

Penunjukkan operator kompetisi yang berlarut-larut, menjadi salah satu penyebabnya. Lima hari menjelang bergulirnya kompetisi, Tim Transisi barulah mengumumkan PT Cataluna Sportindo sebagai event organizer.

Cataluna Sportindo sendiri lebih berpengalaman dalam penyelenggaraan turnamen futsal. Mereka juga pernah mendatangkan tim futsal Barcelona ke tanah air.

Selain itu, pertandingan empat besar Piala Kemerdekaan yang rencananya diselenggarakan pada awal September, akhirnya baru terselenggara pada 10 September lalu. Pemindahan venue pertandingan dari Stadion Manahan, Solo, ke Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, menjadi salah satu penyebabnya.

Penundaan jadwal ini juga acap kali terjadi dalam kompetisi Liga Indonesia, seperti yang dikelola oleh PT Liga Indonesia. Sebagai contoh adalah pertandingan final Inter Island Cup yang mempertemukan Persib Bandung melawan Arema Cronus beberapa waktu silam, yang harus ditunda selama sekitar satu tahun

Sementara itu, jalannya kompetisi pun tidak benar-benar berlangsung mulus. Ancaman mogok bermain dari tim-tim peserta akibat keterlambatan pembayaran match fee menjadi penyebabnya. Padahal, Tim Transisi menjanjikan match fee akan dibayarkan sehari setelah melakoni laga.

Salah satu tim yang sempat mengancam mundur adalah Persiba Bantul. Tapi, ‘Laskar Sultan Agung’ akhirnya mengurungkan niatnya dan bersedia melakoni laga empat besar. Tidak cuma tim peserta, wasit yang memimpin laga pun juga mengeluhkan soal pembayaran honor dan juga ongkos untuk bertugas. Persoalan itu muncul sampai sehari menjelang final Piala Kemerdekaan.

Perwakilan Tim Transisi, Zuhairi Misrawi, pun menjelaskan bahwa keterlambatan ini disebabkan oleh pencairan dana dari pihak sponsor yang masih seret. Dengan penyelenggaraan Piala Kemerdekaan yang masih banyak hambatan, tampaknya harapan tinggi Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, pada turnamen ini masih belum terpenuhi.

Menpora Imam Nawawi mengatakan bahwa Kami juga tidak ingin kick off Piala Kemerdekaan asal-asalan. Harus ada yang beda. Misalnya ada loker penitipan tas. Tapi yang jaga harus orang yang benar. Begitu juga dengan tiket masuk ke stadion. Harus disesuaikan dengan nomor kursi. Tidak adanya keterlambatan gaji baik pemain, pelatih, ofisial tim, dan juga ofisial pertandingan, akan membantu terciptanya kompetisi yang berkualitas. Para pihak yang terlibat akan fokus pada kompetisi, hingga atmosfer yang tercipta akan menjadi positif dan berjalan sehat.

Dengan adanya masalah finansial, maka akan juga membuka kesempatan untuk pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan untuk melakukan match fixing di sebuah kompetisi. Perencanaan jadwal yang pasti juga akan sangat membantu tim dalam melakukan perencanaan keuangan. Penundaan jadwal akan membuat biaya operasional tim membengkak, yang tentu saja merugikan buat seluruh peserta.

Untuk Itulah, kami meminta pertanggungjawaban Menpora selaku pencetus terselenggara Piala Kemerdekaan tahun ini.

Check Also

Ada lowong di MU, Brendan Rodger tidak sudi untuk melatih

Mantan Pelatih liverpool, Brendan Rodgers kini tengah menganggur. Namun, kalau pun pos manajer Manchester United ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *