Selasa , 17 September 2019
Home - Berita Bola - Presiden Federasi Sepak Bola Spanyol didenda oleh Komite Etik FIFA

Presiden Federasi Sepak Bola Spanyol didenda oleh Komite Etik FIFA

Komite Etik FIFA telah memberikan peringatan keras dan juga denda kepada Presiden Federasi Sepak Bola Spanyol yang juga anggota Komite Eksekutif FIFA, Angel Maria Villar. Ia dianggap tidak berperilaku pantas dalam penyelidikan terkait pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022. Dalam peraturan umum sudah tertulis secara jelas.

Komite tersebut tidak menyebutkan secara rinci perilaku Maria Villar yang membuatnya dijatuhi hukuman denda tersebut.

Berdasarkan informasi yang didapat dari situs resmi Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF), Angel Maria Villar mengatakan bahwa ia bahagia namanya telah dibersihkan dari tuduhan yang lebih serius ketimbang menolak untuk bekerja sama. Tetapi ia membantah bahwa anggapan dirinya kurang bersikap pantas dalam penyelidikan.

Angel Maria Villar merupakan seorang mantan pemain yang menghabiskan kariernya di Athletic Bilbao dan telah menjadi presiden RFEF sejak tahun 1988 dan juga berada di Komite Eksekutif FIFA sejak 1998.

Komite Etik FIFA menyatakan bahwa mereka telah mendenda Villar uang sejumlah 25 ribu francs Swiss, atau setara US$25 ribu. Ia didenda karena gagal untuk berperilaku yang sesuai dengan peraturan umum yang berlaku untuk pejabat teras sepak bola ketika menjalani proses penyelidikan.

Selain memberikan denda kepada Villar, Komite Etik FIFA juga telah menjatuhi sanksi larangan berkegiatan di sepak bola selama enam bulan kepada dua pejabat tinggi dari Asosiasi Sepak Bola Kongo (FECOFOOT). Dua pejabat tersebut adalah Jean Guy Blaise Mayolas yang menjabat sebagai wakil presiden dan Badji Mombo Wantete, Sekretaris Jenderal FECOFOOT. Keduanya dianggap bersalah menerima gratifikasi dalam pemilihaan Piala Dunia 2018 dan 2022.

Pada bulan Desember 2010, FIFA memberikan hak tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022 kepada Rusia dan Perancis. Kejaksaan Agung Swiss sedang menyelidiki proses pemilihan tuan rumah tersebut diduga penuh skandal suap tersebut. Jika benar, apakah FIFA akan mencabut hak Tuan Rumah Piala Dunia 2018 dan 2022 ?

Itu semua lagi diselidiki oleh Otoritas Kejaksaan Agung Swiss ? Komisi Etik FIFA akan segera menyelesaikan permasalahaan korupsi berada dalam Organisasi FIFA sebelum pemilihaan Presiden FIFA dimulai.

Check Also

Ada lowong di MU, Brendan Rodger tidak sudi untuk melatih

Mantan Pelatih liverpool, Brendan Rodgers kini tengah menganggur. Namun, kalau pun pos manajer Manchester United ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *