Rabu , 20 Maret 2019
Home - Berita Bola - Radja Nainggolan disangka sebagai Teroris

Radja Nainggolan disangka sebagai Teroris

Gelandang Tim Nasional Belgia yang memperkuat AS Roma, Radja Nainggolan harus berurusan dengan polisi setelah sempat dikira sebagai teroris ketika sedang bersantai di sebuah hotel di Antwerp, Rabu (18/11).

Pemain internasional Belgia ini menghabiskan waktu bersama keluarganya di kota itu, menyusul pembatalan pertandingan persahabatan melawan Spanyol. Tapi kehadiranya menimbulkan kecurigaan dari masyarakat.

Berdasarkan informasi yang dikutip dari The Telegraph memberitakan bahwa sejumlah tamu di Hotel Raddison, Antwerp, menghubungi kepolisian setempat. Tamu yang tidak disebutkan namanya itu mengklaim bahwa melihat seseorang yang dicurigai sebagai teroris.

Radja Nainggolan yang merupakan keturunan Batak, diklaim bertindak mencurigakan dengan menggunakan topi dan badan penuh tato.

Berdasarkan informasi dari Surat kabar La Derniere Heure mengklaim bahwa tiga orang polisi berusaha mendatangi kamar hotel Nainggolan. Namun, setelah melihat Nainggolan di kamar hotel, ketiga polisi itu langsung mengenali gelandang 27 tahun itu.

Berdasarkan informasi yang dilansir dari La Derniere Heure, Radja Nainggolan mengatakan bahwa Beruntung polisi langsung mengenali saya.

Bukan berakhir dengan penangkapan, Radja Nainggolan justru foto bersama ketiga polisi yang menghampirinya di hotel. Seorang teman dekat Nainggolan, Naoufal Attar. Seseorang di Raddison menelepon polisi karena Nainggolan terlihat mencurigakan.

Karena situasi tersebut Radja Nainggolan pun sempat mendapatkan pengalaman yang kurang menyenangkan. Pemain yang berusia 27 tahun itu dengan rambut mohawk pirang, dan tubuh penuh tatto sempat mendapatkan pengawasan dari pihak setempat.

Pasalnya, beberapa tamu hotel sempat kaget dan membunyikan alarm sehingga polisi datang. Namun beruntung pihak kepolisian mengenal baik pemain internasional Belgia ini sehingga tidak perlu waktu panjang berurusan dengan petugas.

Kepolisian Belgia saat ini sedang siaga satu menyusul penangkapan sejumlah orang di wilayah Brussels yang diduga terkait penyerangan mematikan di Paris, Perancis, 13 November lalu.

Kondisi itu membuat pertandingan persahabatan antara Belgia melawan Spanyol pada 17 November lalu dibatalkan karena alasan keamanan. Pembatalan itu membuat Nainggolan memilih pulang ke Antwerp, yang merupakan kampung halamannya sebelum kembali ke AS Roma untuk bertemu keluarganya di Belgia

Check Also

Ada lowong di MU, Brendan Rodger tidak sudi untuk melatih

Mantan Pelatih liverpool, Brendan Rodgers kini tengah menganggur. Namun, kalau pun pos manajer Manchester United ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *