Kamis , 16 Agustus 2018
Home - Berita Bola - Sepp Blatter mengatakan bahwa Piala Dunia 2018 sudah ditentukkan
FIFA president Sepp Blatter after his election as President at the Hallenstadion in Zurich, Switzerland, Friday, May 29, 2015. Blatter has been re-elected as FIFA president for a fifth term, chosen to lead world soccer despite separate U.S. and Swiss criminal investigations into corruption. The 209 FIFA member federations gave the 79-year-old Blatter another four-year term on Friday after Prince Ali bin al-Hussein of Jordan conceded defeat after losing 133-73 in the first round. (Patrick B. Kraemer/Keystone via AP)

Sepp Blatter mengatakan bahwa Piala Dunia 2018 sudah ditentukkan

Presiden FIFA yang tengah diskors, Sepp Blatter mengatakan bahwa ia mengaku posisi Rusia sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018 sudah ditentukan jauh sebelum pengambilan suara dilakukan.

Berdasarkan informasi dari Media Rusia, TASS, Presiden FIFA, Sepp Blatter mengatakan bahwa Pada tahun 2010 kami memiliki diskusi mengenai Piala Dunia dan memutuskan dua hal penting. Piala Dunia (2018) akan dilangsungkan di Rusia karena Rusia tak pernah menyelenggarakannya.

Sepp Blatter menambahkan bahwa pada tahun 2022 kami akan memberikannya (jatah tuan rumah) kepada Amerika Serikat, jadi kita semua akan memiliki Piala Dunia di dua kekuatan politik terbesar di dunia.

Rusia sendiri pada akhirnya memang menjadi tuan rumah perhelatan sepak bola dunia itu pada tahun2018 mendatang. Namun, alih-alih Amerika Serikat yang menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022, justru Qatar yang akhirnya terpilih dan menimbulkan banyak kontroversi.

Berubahnya keputusan itu, Sepp Blatter mengakui disebabkan oleh kehadiran pihak Qatar dengan Presiden Perancis, Nicolas Sarkozy, dan presiden UEFA, Michel Platini.

Presiden FIFA, Sepp Blatter mengatakan bahwa Semua berjalan lancar hingga Sarkozy datang ke rapat dengan pemimpin Qatar. Kemudian setelah makan siang dengan Michel Platini, ia mengatakan Qatar akan menjadi tuan rumah. Itu semua mengubah rencana awal.

Presiden FIFA, Sepp Blatter mengatakan bahwa dalam sebuah pengambilan suara rahasia, empat suara dari Eropa tak memberikan dukungan mereka kepada Amerika Serikat sehingga kedudukan menjadi 14 : 8 untuk Qatar.

Presiden FIFA, Sepp Blatter mengatakan bahwa jika empat suara itu tetap ke AS, kedudukannya akan menjadi 12 : 10 dan Amerika Serikat akan menyelenggarakan Piala Dunia. Kemudian kami hanya akan membicarakan mengenai betapa indahnya Piala Dunia 2018 di Rusia dan tidak akan pernah membicarakan masalah di tubuh FIFA.

Berarti semua diatur oleh para petinggi FIFA bukan berdasarkan voting secara adil. Apakah ini sebuah Organisasi atau bukan ? Kami mendukung Otoritas Swiss untuk menyelidiki ini semua. Buka semua kejahatan dalam organisasi ini. Sepak Bola bukan milik FIFA. Melainkan masyarakat dunia.

Jika suatu organisasi tidak benar, cokot aja para pejabat yang bikin ulah dan korupsi.

Check Also

Ada lowong di MU, Brendan Rodger tidak sudi untuk melatih

Mantan Pelatih liverpool, Brendan Rodgers kini tengah menganggur. Namun, kalau pun pos manajer Manchester United ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *