Jumat , 21 September 2018
Home - Dunia - Brazil belum menunjukkan Jati diri sebagai permainan Joga Bonito

Brazil belum menunjukkan Jati diri sebagai permainan Joga Bonito

Ketika Argentina masih memiliki sejumlah pemain dengan kemampuan individu dan memukau, Brasil kini justru tengah krisis pemain yang mampu tampil sebagai penghibur di lapangan.

Argentina memang sudah hampa gelar internasional sejak tahun 1993, namun mereka tak pernah kehilangan pemain yang piawai menari di lapangan dari generasi ke generasi.

Untuk saat ini, mereka memiliki Angel Di Maria, Sergio Aguero, Javier Pastore, dan tentunya Lionel Messi yang dikenal mampu meliuk-liuk melewati pemain lawan. Kombinasi para pemain ini mampu membuat Argentina bisa tampak begitu dominan di setiap pertandingan yang dimainkan.

Dalam dua tahun terakhir, Argentina sukses selalu menunjukkan penampilan mengesankan di Piala Dunia 2014 dan Copa America 2015. Meski di kedua turnamen bergengsi itu Argentina hanya mampu menjadi Runner Up.

Sementara itu Brasil saat ini justru tengah berjuang untuk menemukan jati diri mereka sebagai tim yang menghibur di lapangan. Regenerasi tidak berjalan dengan sempurna di Team Samba, Brazil.

Sebelumnya Brasil tidak pernah kekurangan bintang dan mereka sering mendapatkan label sebagai tim dengan permainan menyerang paling menghibur.

Saking menghiburnya, salah satu pabrikan perlengkapan olahraga yang mensponsori timnas Brasil pun memproduksi iklan komersil dengan titel Joga Bonito yang memiliki arti ‘Permainan Indah’.

Kini, satu-satunya pemain di timnas Brasil dalam skuat untuk menghadapi Argentina nanti yang masih dikenal dengan gaya menghibur sepertinya hanyalah Neymar.

Pemain-pemain seperti Philippe Coutinho, Oscar, Douglas Costa, dan Willian, memang memiliki kemampuan individu di atas rata-rata. Namun, mereka selalu gagal bersinar di pertandingan penting.

Sejak era Piala Dunia 2006, Timnas Brasil memiliki stok pemain bintang yang terbatas. Pada Piala Dunia 2010, hanya Ricardo Kaka dan Robinho yang dianggap memiliki visi permainan Joga Bonito. Setelah itu stok pemain bintang Brasil semakin menipis.

Tidak ada keseimbangan antara pemain Junior dan pemain Senior di Timnas Brazil. Semustinya pelatih diganti karena tidak menerapkan Joga Bonito. Carilah pemain berbakat di daerah-daerah terpencil di Brazil. Kembangkan sistem pembinaan pemain muda sejak dini. Kembalilah dan bangkit menjadi pemain bintang.

Check Also

Uruguay menang atas Chile dengan skor 3-0

Tim Nasional Uruguay berhasil naik ke peringkat dua klasemen sementara kualifikasi Piala Dunia 2018 zona ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *