Rabu , 26 Juni 2019
Home - Dunia - Gerardo Martino tidak bisa menerapkan strategy yang cocok untuk Argentina
Argentina's Sergio Aguero gestures during the FIFA World Cup Brazil 2014 qualifying match against Colombia at the Monumental stadium in Buenos Aires, on June 7, 2013. AFP PHOTO / Alejandro PAGNI (Photo credit should read ALEJANDRO PAGNI/AFP/Getty Images)

Gerardo Martino tidak bisa menerapkan strategy yang cocok untuk Argentina

Amerika Serikat – checkgoal.com, Team Tango, Argentina hampir saja kalah dari Meksiko dalam pertandingan persahabatan melawan Meksiko di AT&T Stadion di Arlington, Texas, Amerika Serikat, Rabu (9/9) siang WIB.

Sampai pertandingan berjalan tiga perempat waktu normal, finalis Copa America 2015 dan Piala Dunia 2014 itu ketinggalan 0-2 dari timnas Meksiko. Dua gol untuk keunggulan Meksiko dicetak oleh mantan penyerang Manchester United Javier Hernandez pada menit ke-19 dari titik penalti dan Hector Herrera pada menit ke-69.

Pada pertandingan kali ini Argentina beruntung karena sang kapten Argentina Lionel Messi dan penyerang Manchester City Sergio Aguero mengejar ketinggalan gol ke gawang Meksiko menjelang lima menit sebelum pertandingan berakhir.

Lionel Messi mencetak gol lebih dulu pada menit ke-85, kemudian disusul Sergio Aguero pada menit ke-88. Sampai peluit akhir pertandingan berbunyi tidak ada gol lagi yang dicetak oleh kedua tim sehingga pertandingan berakhir dengan skor 2-2.

Pada pertandingan tersebut baik pelatih timnas Argentina maupun timnas Meksiko, Gerardo Martino dan Ricardo Ferretti sama-sama menggunakan formasi awal 5-3-2. Martino menempatkan Fernando Gago di posisi bek sayap kiri, sementara itu Lionel Messi bermain di tengah ditemani Ever Banega dan Javier Mascherano. Sementara di depan, Martino menempatkan duet Carlos Tevez dan Angel Correa.

Namun, formasi awal itu tidak terbukti efektif pada babak pertama hingga pertengahan babak kedua. Meksiko justru mencuri gol di masa-masa tersebut. Meksiko membuka keunggulan setelah bek baru Manchester City Nicolas Otamendi melanggar Raul Jimenez di dalam kotak terlarang. Hernandez yang berharap kariernya kembali pulih dengan pindah ke Bundesliga, berhasil mengeksekusi penalti.

Hernandez alias Chicharito pun hampir saja menambah gol sebelum jeda babak pertama. Setelah memanfaatkan kesalahan yang dilakukan Gago, mantan penyerang Manchester United itu berakselerasi. Sayang penyelesaiannya melambung di atas mistar gawang Argentina yang dikawal kiper klub Meksiko, Tigres UANL, Nahuel Guzman.

Memasuki babak kedua, Martino mencoba mengubah formasi dan Messi dimainkan lebih ke depan lagi. Tetapi, pada menit ke-69 Argentina kembali kebobolan. Gol ini berawal terjadi dari umpan Miguel Layun dari sektor sayap tim Tango yang kosong, tapi pergerakan berhasil dihantam Herrera dari pinggir kotak penalti.

Setelah itu, Martino mencoba mengubah komposisi pemain dan formasi. Pada menit ke-70, Martino mengganti empat pemain.

Marcos Rojo diganti bek sayap San Lorenzo, Emmanuel Mas (70′), kemudian Gago diganti gelandang serang Juventus Roberto Pereyra (76′), terakhir duet penyerang Tevez dan Correa diganti Sergio Aguero (76′) serta Ezequiel Lavezzi (77′).

Formasi pun kembali ke pola 4-3-3, di mana Messi kembali menempati posisi yang biasa ia nikmati di Barcelona dan timnas Argentina sebelumnya. Formula itu berhasil. Pasalnya, ibarat pahlawan kesiangan, Messi dan Aguero berhasil menyumbang gol untuk menghindarkan tim itu dari kekalahan.

Ini bukan pahlawan kesiangan. Tetapi Pelatih Argentina tidak bisa menerapkan strategi yang baik. Jangan pernah menyalahkan suatu pemain. Yang menjadi komando semua adalah pelatih. Jika pelatih salah menempatkan strategi yang tepat, maka akan fatal

Susunan Pemain:

Argentina:
Nahuel Guzman; Facundo Roncaglia, Martín Demichelis, Nicolás Otamendi, Marcos Rojo (70′: Emmanuel Mas), Fernando Gago (76′: Roberto Pereyra), Javier Mascherano, Lionel Messi, Ever Banega, Carlos Tévez (76′: Sergio Agüero), Ángel Correa (77′: Ezequiel Lavezzi)

Meksiko:
Moisés Muñoz; Miguel Layún, Rafael Márquez, (85′: Oswaldo Alanís), Héctor Moreno, Israel Jiménez, Diego Reyes, Héctor Herrera (81′: Jesús Dueñas), José Vázquez (66′: Jorge Torres), Andrés Guardado, Raúl Jiménez, Javier Hernández (76′: Carlos Vela)

Check Also

Uruguay menang atas Chile dengan skor 3-0

Tim Nasional Uruguay berhasil naik ke peringkat dua klasemen sementara kualifikasi Piala Dunia 2018 zona ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *