Selasa , 17 September 2019
Home - Inggris - Terungkap sudah Misteri hilangnya sayap-sayap Chelsea

Terungkap sudah Misteri hilangnya sayap-sayap Chelsea

Mantan pemain Chelsea, Andre Schuerrle mengatakan bahwa status Eden Hazard yang tidak tergantikan di sayap kiri Chelsea membuat pemain-pemain lainnya kesulitan untuk mendapat kesempatan bermain. Schuerrle sendiri adalah salah satu pemain yang memilih untuk hengkang dari Stamford Bridge. Musim panas ini ia kembali ke negara asalnya, Jerman, untuk bergabung dengan Wolfsburg. Sama seperti Kevin De Bruyne, Juan Mata, Mohamed Salah, dan Juan Cuadrado, ia tidak pernah mendapatkan kepercayaan Jose Mourinho untuk menggeser Eden Hazard dari susunan tim inti.

Berdasarkan informasi dari The Times, Schuerrle mengatakan bahwa Pemain muda Chelsea menghadapi masa-masa sulit terutama karena mereka adalah tim besar dengan banyak bertaaburan bintang. Lebih sulit lagi sebagai pemain sayap, karena hanya ada dua tempat di dalam tim dan Eden Hazard selalu bermain karena ia pemain terbaik di liga.

Gelandang berusia 24 tahun, Schuerrle itu menuturkan bahwa dengan Eden Hazard yang selalu bermain, maka pemain sayap lainnya akan berebut satu tempat di sektor kanan. Tapi terkadang mereka mengalami kesulitan untuk memainkan peran itu karena memiliki tuntutan yang lebih tinggi.

Hal ini dikarenakan Mourinho memberikan kebebasan untuk Hazard bergerak ‘semau’-nya dan melepaskan sang pemain tim nasional Belgia dari tugas bertahan. Sebagai kompensasi, maka rekan satu timnya yang harus bekerja ekstra keras untuk menutup ruang-ruang kosong yang mungkin muncul karena ditinggalkan oleh Eden Hazard.

Schurrle menambahkan bahwa Anda harus sering bertahan ke belakang. Ketika seorang pemain mendapatkan kebebasan, maka sisa anggota tim harus melakukan penyesuaian. Hal itu membuat pemain di sayap lain sulit untuk mengembangkan permainan.

Perginya Schuerrle dari Chelsea sendiri bukan hanya karena kalah bersaing pada sektor kiri atau kanan, tetapi karena ia merasa tidak mendapatkan kepercayaan penuh dari pelatih Chelsea, Jose Mourinho.

Padahal, Schuerrle mengaku bahwa ia senang di Chelsea, menyukai restoran-restoran kota London dan juga memiliki hormat untuk Jose Mourinho. Semua terasa aneh bagi saya. Saya menjadi pemain inti di beberapa pertandingan, di bangku cadangan di beberapa pertandingan lain, dan diturunkan lagi jadi pemain utama.

Schuerrle menambahkan bahwa saya Selalu naik dan turun. Saya tidak mendapatkan konsistensi dari Pelatih Chelea sehingga sulit untuk memproduksi permainan terbaik saya.

Check Also

Prediksi Bola antara Sunderland vs Manchester City

Prediksi Bola antara Sunderland melawan Manchester City merupakan pertandingan pekan ke-24, rencana akan berlangsung di ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *