Rabu , 23 Oktober 2019
Home - Italia - Apakah Dinasty Moratti akan berakhir ?

Apakah Dinasty Moratti akan berakhir ?

Mantan presiden Inter Milan Massimo Moratti telah memberikan konfirmasi bahwa ia akan menjual 30 persen sahamnya di klub Nerazzuri.

Pengusaha berusia 70 tahun itu semula adalah pemilik tunggal klub. Pada bulan November 2013, ia menjual 70 persen sahamnya kepada pengusaha Indonesia Erick Thohir setelah mengalami kesulitan mendapatkan dana untuk menyokong klub.

Kini keterlibatannya bersama Inter Milan tampak akan benar-benar berakhir setelah dirinya memberikan konfirmasi bahwa akan menjual sisa saham.

Berdasarkan informasi dari RAI Sport, Massimo Moratti mengatakan bahwa saya telah memberikan persetujuan untuk menjual 30 persen saham saya di klub.

Dinasti Massimo Moratti di Inter Milan bermula pada tahun 1995 ketika ia mendapatkan Inter Milan dari tangan Ernesto Pellegrini. Massimo Moratti terkenal sebagai presiden yang royal mengeluarkan uang pribadinya untuk membeli pemain-pemain bintang, seperti Christian Vieri, Roberto Baggio, Ronaldo, atau Luis Figo.

Massimo bukan Moratti pertama yang pernah memimpin Inter. Ayahnya, Angelo, adalah presiden klub yang membawa Inter Milan juara kompetisi Eropa di periode 1960-an.

Sering diajak Angelo untuk berkunjung ke markas Inter Milan membuat Massimo Moratti jatuh hati pada klub tersebut. Karena itulah ia meneruskan jejak ayahnya menjadi presiden Inter Milan pada tahun 1995.

Seiring dengan krisis keuangan yang mendera Saras Group, perusahaan kilang minyak yang dimilikinya, Massimo Moratti tidak lagi memiliki dana untuk menyokong kecintaannya pada Inter Milan. Ia lalu menjual mayoritas saham Inter Milan pada 2013 kepada Erick Thohir.

Dengan hanya memegang saham 30 persen, status Moratti pun turun menjadi Presiden Kehormatan. Kini ia akan melepas seluruh sahamnya.

Beberapa berita media Italia mengabarkan bahwa penanam modal dari Uni Emirat Arab bisa mendapatkan saham Moratti, termasuk di antaranya Etihad Airways.

Selain dikaitkan dengan akuisisi saham Inter Milan, Maskapai Penerbangan Etihad tersbeut juga diisukan akan menjadi sponsor utama La Beneamata menyusul berakhirnya kontrak dengan Pirelli pada musim depan.

Kerja sama antara Pirelli dan Inter Milan adalah salah satu yang terlama di Serie-A yaitu dimulai pada tahun 1997 silam. Kontrak kerja keduanya dikabarkan bernilai mencapai €14 juta per tahun.

Berdasarkan informasi dari ESPN FC pada Mei lalu, Pirelli mengancam akan menarik uang mereka dari Inter Milan jika mereka tidak mendapatkan satu tempat di Liga Champions.

Isu finansial Inter Milan sendiri menjadi sorotan pemberitaan dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan informasi dari Football Italia pada Senin (19/10), Inter Milan baru saja mengumumkan kerugian senilai €45 juta pada musim 2014/2015.

Meski demikian, Erick Thohir sebagai presiden dan pemilik mayoritas saham klub menyatakan bahwa ia tidak khawatir dengan angka tersebut karena mereka telah berbelanja dengan benar di bursa transfer.

Erick Tohir mengatakan bahwa hasil keuangan 2015 menunjukkan bahwa kami adalah salah satu klub terdepan dan bisnis kami berada di arah yang tepat. Pendapatan komersial kami meingkat dan keuntungan operasional (EBITDA) positif. Ini pencapaian bagus bagi klub.

Check Also

EL Shaaraway bertekad akan bermain gemilang di Liga Italy

Penyerang asal Italia, Stephan El Shaarawy bertekad tampil sebaik mungkin selama masa peminjamannya di AS ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *