Senin , 21 Januari 2019
Home - Italia - Ketika Sang anak ” melawan ” Sinisa Mihajlovic
Jonathan Moscrop / LaPresse25 10 2011 TorinoSport CalcioJuventus vs. ACF Fiorentina - Serie A Tim 2011/2012 - Juventus StadiumNella foto: L'allenatore della Fiorentina Sinisa MihajlovicJonathan Moscrop / LaPresse25 10 2011 Turin ( Italy )Sport SoccerJuventus versus ACF Fiorentina - Italian Serie A Soccer League 2011/2012 - Juventus StadiumIn the Photo: ACF Fiorentina coach Sinisa Mihajlovic

Ketika Sang anak ” melawan ” Sinisa Mihajlovic

Pelatih AC Milan, Sinisa Mihajlovic berada di kubu yang berseberangan dengan sang anak, Dusan, pada lanjutan Serie A antara timnya dan Lazio di Stadion Olimpico, Minggu (1/11/2015).

Sinisa Mihajlovic jelas-jelas berstatus pelatih Milan. Sementara itu, sang anak “membela” Lazio lantaran menjadi anak gawang pada pertandingan tersebut.

Dalam Konferensi Pers seusaui pertandingan, Sinisa Mihajlovic mengatakan bahwa dia merupakan suporter Milan. Namun, saat ini, dia menjadi suporter Lazio. Saya berbicara kepadanya untuk meminta mengulur-ulur waktu pertandingan (ketika bola keluar) saat Milan unggul. Namun, hal terakhir itu bercanda.

Tanpa “bantuan” Dusan, AC Milan bisa meraih kemenangan dengan skor 3-1. Andrea Bertolacci, Philippe Mexes, dan Carlos Bacca menjadi pencetak gol Milan. Gol hiburan Lazio dicetak oleh Ricardo Kishna.

Pelatih AC Milan, Sinisa Mihajlovic mengatakan bahwa Agak memalukan kami kebobolan pada pengujung laga. Namun, secara keseluruhan, para pemain tampil baik.

Pelatih asal Serbia itu juga mengakui perubahan formasi dari 4-3-1-2 menjadi 4-3-3 telah memberikan efek positif. AC Milan kini meraih tiga kemenangan beruntun dengan formasi tersebut. Formasi ini membuat AC Milan semakina agresif.

Pelatih AC Milan, Sinisa Mihajlovi mengatakan bahwa tak ada yang kebetulan dari perubahan sistem ini. Kami telah mengumpulkan 10 poin dari 4 laga dan hal itu harus terus berlanjut. Kendati baru saja menang, Sinisa Mihajlovic sudah menatap laga selanjutnya saat menghadapi Atalanta, Sabtu (7/11/2015). Kemenangan pada laga tersebut akan membuat AC Milan kembali dalam persaingan di papan atas.

Pelatih AC Milan, Sinisa Mihajlovic mengatakan bahwa ketika Anda kalah, menerimanya tak akan pernah mudah. Tapi akan lebih enteng menerima kekalahan melawan tim seperti Lazio ketimbang tim lain yang di atas kertas berada di bawah kualitas kami.

Setellah kemenangan ini, kami harus focus lagi terhadap pertandingan melawan Atalanta di Seri A. Kami ingin memenangkan semua pertandingan dengan nilai sempurna.

AC Milan kini berada di peringkat keenam dengan 19 poin dari 11 laga. Mereka berselisih lima angka dari Fiorentina dan Inter Milan yang memimpin klasemen sementara.

Check Also

EL Shaaraway bertekad akan bermain gemilang di Liga Italy

Penyerang asal Italia, Stephan El Shaarawy bertekad tampil sebaik mungkin selama masa peminjamannya di AS ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *