Minggu , 26 Mei 2019
Home - Jerman - Derby panas tersaji di Anfield antara Muenchen melawan Dortmund
MUNICH, GERMANY - APRIL 16: Thomas Mueller of Muenchen reacts during the DFB Cup semi final match between FC Bayern Muenchen and 1. FC Kaiserslautern at Allianz Arena on April 16, 2014 in Munich, Germany. (Photo by Lennart Preiss/Bongarts/Getty Images)

Derby panas tersaji di Anfield antara Muenchen melawan Dortmund

Pertemuan dua klub raksasa Jerman antara Bayern Munich dengan Borussia Dortmund, pada pekan ke-8 Bundesliga di Stadion Allianz-Arena, Minggu (4/10), ditengarai akan menjadi pertandingan penting penentu juara Bundesliga musim ini.

Pasalnya, jika Bayern Munich mampu mengalahkan Dortmund, Team asuhan Pep Guardiola itu akan memiliki keunggulan tujuh poin. Hal itu akan membuat para pesaing Die Roten memiliki pekerjaan berat untuk mengejar juara Bundesliga musim lalu tersebut.

Berdasarkan infoemasi dari CNN Indonesia memberitakan bahwa dalam dua musim terakhir Bayern Munich selalu menjuarai Bundesliga dengan keunggulan setidaknya 10 poin di atas peringkat kedua.

Pada musim itu Bayern Munich ibarat mobil balap yang kencang melaju meninggalkan pesaingnya. Bayern Munich baru mulai kehilangan poin saat mereka telah memastikan diri sebagai juara.

Minimnya tim yang mampu menjegal Bayern Munich, juga dianggap sebagai salah satu penyebab alasan Philipp Lahm dkk itu tak terbendung di Jerman. Berdasarkan informasi dari Situs Resmi FIFA, CEO Bayern Dortmund, Hans Joachim Watzke mengatakan bahwa kami memiliki kesempatan mengalahkan Munich dalam sebuah pertandingan. Tapi selama 34 pertandingan di Liga, tak ada klub di Jerman dan mungkin di Eropa yang dapat mengabaikan kualitas mereka.

Pernyataan Watzke itu bukan tanpa alasan. Pasalnya bahwa kedalaman Team Bayern Munich memungkinkan mereka tetap garang meski dilanda badai cedera.

Hal itu terlihat ketika Munich tanpa dua bintangnya, Arjen Robben dan Franck Ribery, sejak musim lalu. Lubang yang ditinggalkan dua pemain senior itu mampu ditutup dengan baik oleh kehadiran pemain Brasil, Douglas Costa, dan pemain muda Perancis, Kingsley Coman, yang tampil ganas di sayap.

Pep Guardiola mengatakan bahwa Kami berada dalam performa bagus dan berada di jalur yang tepat. Kami bermain dengan lebih baik. Kami mampu bermain lebih melebar dan penyerang kami mendapatkan lebih banyak peluang.

Selain menjadi duel yang berpeluang menentukan kisah akhir Bundesliga, Der Klassiker memang memiliki pesona tersendiri di Jerman. Hal itu turut diakui mantan pemain Dortmund yang kini membela Munich, Robert Lewandowski.

Lewandoski mengatakan bahwa Ini adalah pertandingan yang ingin disaksikan semua orang di Jerman dan kami tak sabar menantikannya,” ujar Lewandowski.

Thomas Mueler mengatakan bahwa ini merupakan pertemuan dua klub terbaik di negara ini. Seluruh komunitas sepak bola Jerman akan menantikan pertandingan hari Minggu dengan penuh semangat.

Walaupun menghadapi pertandingan panas, manajemen dan tim pelatih dua tim itu mencoba membuat para pemainnya tak tegang serta bersantai pada pekan ini. Pendekatan masing-masing tim itu berbeda.

Bayern Munich memilih mengajak skuatnyaTeam asuhannya menikmati festival bir di Jerman, Oktoberfest, usai melakoni pertandingan Liga Champions. Sedangkan, Bayern Dortmund memilih untuk mengistirahatkan sejumlah pemain kunci mereka saat tampil di Liga Europa.

Ketika ditahan imbang PAOK, Jumat (2/10) dini hari WIB, Dortmund mengistirahatkan Mats Hummels, Shinji Kagawa, Sokratis Papastathopoulos, hingga Ilkay Guendogan dan Pierre-Emerick Aubameyang. (kid/kid)

Check Also

Franz Beckenbauer : Lewandoski bisa saja dijual ke Real Madrid

Presiden Kehormatan Bayern Munich, Franz Beckenbauer menegaskan bahwa Robert Lewandowski bisa saja dijual ke Real ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *